Sunday, January 8, 2012

ISL Kalahkan Derby Manchester

          Sudah menjadi rutinitas utama saat malam seperti ini saya pergi mengunjungi resto bintang lima harga kaki lima, untuk melakukan ritual yang tak bisa dipisahkan dalam hidup saya yaitu makan malam. Selain itu malam ini merupakan malam pertarungan derby Manchester antara Manchester Biru (City) dan Manchester Merah (MU) pada lanjutan putaran tiga piala FA di Stadion Etihad kandang Manchester City. Berharap dapat menyaksikan laga panas tersebut sambil menikmati hidangan makanan malam khas Bandung.
          Sesampainya di TKP sang waiters langsung menyuguhkan berbagai menu pilihan yang beraneka ragam, yang menurut saya itu sudah tidak asing lagi mengingat resto ini merupakan langganan saya setiap malam dan semua menunya sudah saya coba. Spagetti Bandung (Mie goreng) plus Steak (Kentang goreng) menjadi pilihan saya malam ini.
          Pandangan pun langsung tertuju pada layar flat 21 inch yang tersedia di sudut atas resto tepat di atas seorang gadis manis yang membuat suasana menjadi semakin menggairahkan. Namun tak sempat saya tahu nama sang gadis tersebut karena disampingnya ada bodyguard bertubuh kekar yang tak lain (mungkin) adalah pacarnya. Namun tak apa lah bukan itu tujuan saya (padahal tadinya sambil menyelam minum alkohol, air maksudnya).
       Tak terkira dan tak terduga ternyata malam ini ada pertandingan Indonesia Super League (ISL) antara tim tuan rumah Arema Malang berhadapan dengan Sriwijaya FC yang jadwalnya bentrok dengan derby manchester. Dengan terpaksa yang rencana semula hasrat ingin menyaksikan permainan cantik anak-anak Manchester, kini harus rela menyaksikan Hitam lawan Kuning (Arema Vs Sriwijaya). Berharap masih kebagian kick off, saya bergegas menghabiskan semua makanan yang membuat saya harus menambah kecepatan makan saya menjadi 120 Km/Jam. Terlihat mirip dengan anak terlantar yang sudah tidak makan beberapa hari.
          Saya pun bergegas keluar meninggalkan resto hendak mengunjungi  tempat target tujuan lainnya yaitu shelter ojek di kawasan Jalan Dipati Ukur.  Biasanya siaran bola menjadi suguhan wajib para “pilot” sambil menunggu penumpang. Namun apa hendak dikata, Arema Vs Sriwijaya lagi-lagi yang mereka tonton. Sambil “Jaga Image” saya pun kembali menonton sampai pertandingan itu selesai. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Sriwijaya FC dengan skor 5-1 lewat 3 gol Hilton Moreira (eks pemain PERSIB Bandung) dan 2 gol Keith Kayamba Gumbs. Hasil ini sekaligus mematahkan rekor tak pernah menang AREMA atas Sriwijaya.
          Setelah beberapa tempat saya survei keberadaan Pertandingan piala FA, akhirnya di sebuah toko DVD saya dapat menikmati indahnya rumput Etihad yang ketika itu City tertinggal 0-3 atas saudara tuanya. Pertandingan pun tetap berada di tangan “The Red Devil” walaupun The Citizen mampu memperkecil ketinggalan menjadi 2 – 3 lewat gol Kolarov dan Sergio Kun Aguero.
       Dengan modal 4"$" untuk bayar Spagetti dan Steak serta satu batang rokok agar terlihat “cool” dihadapan “pilot” ojek, saya menemukan sebuah fenomena bahwa pesona sepakbola dalam negeri bagi masyarakat lebih memikat ketimbang hingar bingar derby Manchester. Namun ironisnya sepakbola Indonesia terkesan tak kunjung mengalami peningkatan, disebabkan banyak hal yang dalam hal ini ulah PSSI sendiri. Dualisme kompetisi, melarang pemain ISL bermain di Timnas, problem izin pemain asing serta merosotnya prestasi timnas menjadi poin penting yang harus diperhatikan PSSI untuk membangkitkan sepakbola Indonesia.
         "Maju terus sepakbola Indonesia"

No comments:

Post a Comment

Write comment below or mention me at @rilutham on Twitter!