Saturday, July 14, 2012

Teknologi Wi-Max

          Teknologi WiMAX saat ini tergolong sudah lama, tetapi pasti juga banyak yang baru mendengar tentang teknologi WiMAX. WiMAX juga merupakan salah satu teknologi broadband wireless connection yang saat ini banyak operator di Indonesia mulai tertarik untuk mengimplementasikan. WiMAX yang mengacu pada standar 802.16 dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE),  yang disebut WirelessMAN memberikan perspektif baru dalam mengakses internet dengan kecepatan tinggi tanpa tergantung pada jaringan kabel. Pada tahun 2002 terbentuk forum Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) yang mengacu pada standar 802.16 dan bertugas menginterkoneksikan berbagai standar teknis yang bersifat global menjadi satu kesatuan.
          Teknologi WiMAX lebih murah dibandingkan dengan teknologi broadband lain seperti digital subscriber line (DSL) atau kabel modem.  Standar IEEE 802.16 memberikan kemudahan dalam akses internet untuk area metropolitan dengan hanya mendirikan beberapa base station (BS) yang dapat meng-coverage jutaan subscriber (SS). Teknologi WiMAX merupakan solusi untuk kota atau daerah pedesaan yang belum berkembang dalam penyediaan akses internet.


Pengertian Wi-Max
  1. WiMAX merupakan  kependekan dari World Interoperability for Microwave Access yang bisa diartikan sebagai standar industri yang bertugas menginterkoneksikan berbagai standar teknisi yang bersifat global menjadi satu kesatuan. Teknologi WiMAX berdasarkan pada standar IEEE 802.16 yang dibentuk pada tahun 1989 yang digunakan sebagai standar dalam pengembangan air-interface dan wireless broadband.
  2. WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun Bachaul.
  3. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan Jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary).
        Dengan adanya dukungan ini, pengguna dapat menggunakan berbagai macam aplikasi yang dapat berada dalam kondisi tetap (fixed) maupun berpindah-pindah (nomadik) atau bergerak (mobile) sesuai dengan wilayah yang memiliki jangkauan lebih luas. Standarisasi ini secara khusus mengacu pada pengembangan sistem point-to-multipoint wireless broadband berbasis Line-of-Sight (LOS) agar dapat beroperasi pada rentang frekuensi 10GHz – 66GHz. Standar IEEE 802.16 secara utuh dihasilkan pada tahun 2001 yang mengacu pada single-carrier layer fisik (Physical layer) berada dalam Time Division Multeiplexed (TDM) layer MAC. Selajutnya, standar IEEE 802.16 dikembangkan yang kemudian dihasilkan standar IEEE 802.16a yang digunakan sebagai acuan pada apikasi Non-Line-of-Sight (NLOS) untuk dapat bekerja dalam rentang frekuensi 2GHz – 11GHz dengan menggunakan layer fisik (physical layer) berbasis Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Agar dapat mendukung pada layer MAC maka digunakan Ortogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA).

Perkembangangan Standar Baru IEEE 802.16      
          Pada tahun 2004, dilakukan refisi lebih lanjut sehingga menghasilkan standar baru, yaitu IEEE 303.16 – 2004 yang ditujukkan pada aplikasi tetap (fixed) dan digunakan sebagai acuan pada fixed wireless. Selanjutnya, pada tahun 2005 dikeluarkan standar baru yang digunakan sebagai acuan pada aplikasi yang berbasis mobilitas, yaitu IEEE 802.16 – 2005. Bentuk standar IEEE 802.16 -2005 merupakan dasar pada solusi WiMAX agar dapat mendukung aplikasi nomadik (dapat berpindah-pindah tempat) dan bergerak (mobile). Solusi WiMAX dengan menggunakan IEEE 802.16 dikenal dengan sebutan m-WiMAX (mobile WiMAX).
          Variasi dari karakteristik standar IEEE 802.16 dapat ditunjukkan pada Tabel 1. Standar-standar ini dikembangkan sesuai dengan macam-macam aplikasi serta skenario deployment . Oleh karena itu, diberikan banyak pilihan desain yang digunakan untuk pengembangan sistem.
      Sebagai alasan secara praktis dari konsep interoperabilitas, pokok bahasan pada standar membutuhkan pengurangan dan menggunakan sekecil mungkin pada pilihan desain untuk implementasi membutuhkan ketetapan. Forum WiMAX melakukan hal ini dengan menentukan jumlah terbatas dari profil sistem dan profil sertifikasi. Profil sistem menentukan subset dari mandatory dan pemilihan bentuk layer fisik (physical layer) dan MAC dipilih oleh forum WiMAX dari standar IEEE 802.16 – 2004 atau IEEE 802.16e – 2005. Hal tersebut akat akan tercatat sebagai mandatory dan pemilihan status dari masing-masing bentuk dalam profile sistem WiMAX terdapat perbedaan dengan standar IEEE pada awal mulanya. Selanjutnya, forum WiMAX memiliki dua profil sistem yang berbeda, yaitu profil sistem berbasis IEEE 802.16 – 2004 yang merupakan profil sistem tetap dengan menggunakan OFDM PHY dan profil sistem mobilitas dengan menggunakan OFDMA PHY. Profil sertifikasi ditentukan sebagai profil sistem tertentu dimana operating frequency, channel bandwidth, dan duplexing mode juga dispesifikasikan. Perangkat WiMAX disertifikasikan untuk interoperabilitas terhadap profil sertifikasi tertentu.
           Forum WiMAX telah sedemikian jauh menentukan lima profil sertifikasi tetap dan empat belas profil sertifikasi bergerak, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2. Saat ini terdapat dua profil WiMAX tetap terhdapa perlengkapan yang telah disertifikasikan. Terdiri dari sistem 3.5GHz yang beroperasi melalui kanal 3.5MHz, menggunakan profil sistem tetap berbasis pada IEEE 802.16-2004 layer fisik OFDM dengan suatu MAC point-to-multipoint. Salah satu dari frofil menggunakan frequency division duplexing (FDD), serta yang lain menggunakan time division duplexing (TDD).
          Dengan penyelesaian atas standar IEEE 802.16e-2005, keinginan didalam kelompok WiMAX telah bergeser tajam menuju pengembangan dan pensertifikasikan profil sistem mobile WiMAX berbasis pada standar baru tersebut. Seluruh profil mobile WiMAX menggunakan scalable OFDMA sebagai layer fisik-nya. Paling sedikit diawalnya, seluruh profil mobile WiMAX akan menggunakan MAC point-to-multipoint. Hal ini harus juga tercatat pada seluruh profil sertifikasi kandidat mobilitas pada saat ini. Walaupun TDD sering dipilh, profil FDD menjadi kebutuhan untuk masa mendatang memenuhi terhadap keperluan aturan berpasangan dalam pita-pita tertentu.


Lihat juga :
Teknologi LTE
Kelebihan dan Kekurangan LTE
Sejarah Wi-Fi
Kelebihan dan Kekurangan Wi-Fi
Teknologi Wi-Max
Kelebihan dan Kekurangan Wi-Max

No comments:

Post a Comment

Write comment below or mention me at @rilutham on Twitter!